Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia atau disingkat dengan ASPPI DPD DKI Jakarta mulai memperkuat perubahan digitalisasi dalam sektor pariwisata dengan melakukan pelatihan konten digital dan video kreatif untuk pelaku pasar travel. Tindakan ini dinilai sangat penting agar dapat membantu para agen perjalanan bertahan dan berkembang di tengah maraknya perubahan pola promosi wisata yang sekarang semakin bergantungan pada medsos dan platform digital.
Yohanes Susanto selaku Ketua ASPPI DKI Jakarta menegaskan bahwa pengurus saat ini ingin mengembalikan budaya untuk berbagi pengetahuan bagi pelaku wisata dengan melalui forum sharing yang intensif dan sederhana namun berdampak langsung juga bagi anggota-anggota.
“Kami ingin ASPPI menjadi wadah belajar bersama. Dari kita untuk kita. Bukan sekedar seminar formal, tetapi ruang sharing pengalaman yang benar-benar dibutuhkan anggota,” kata Yohanes dalam kegiatan Pelatihan Digital ASPPI DKI Jakarta yang berlangsung di Jakarta, Kamis(21 Mei 2026)
Menurut Yohanes, skill dalam merancang dan menciptakan video maupun konten digital kini menjadi kebutuhan yang sangat amat penting bagi para pelaku pariwisata. Perubahan yang dilakukan oleh para wisatawan yang semakin aktif di medsos membuat promosi konvensional tidak dapat bersaing dengan cukup lagi untuk memenangkan pasar travel.
Beliau mengatakan bahwa banyak pelaku usaha travel yang masih mengalami kesulitan dalam memahami teknik dasar produksi video, editing konten, sampai strategi untuk membangun dan menarik atensi dan engagement digital saat ini.
Katanya, belajar video tidak mudah apalagi pengertian soal editing yang masih belum searah. Namun di era digital sekarang menuntut pelaku travel agar bisa membuat konten yang sederhana, menarik, dan dekat dengan pelanggan.
Di dalam pelatihan tersebut, ASPPI menghadirkan bintang tamu praktisi digital kreatif, Aditya Warman atau yang dikenal sebagai pemain Office Boy(OB) yang familiar dipanggil sebagai Sayuti untuk menjadi narasumber yang membagikan pengalaman-pengalamannya dalam memproduksi video, memanfaatkan platform digital, hingga peluang dalam memonetisasikan konten.
Yohanes juga memberikan pengalamannya saat menciptakan konten video dari hobi sederhananya yang berkembang menjadi peluang bisnis digital.
Beliau mengaku bahwa dia pernah mendapatkan tawaran kerja promosi dari pusat hiburan setelah aktif dalam membuat video dokumentasi di medsosnya.
“Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele justru bisa memberikan peluang bagi kita. Konten digital sekarang bukan hanya sebagai alat promosi saja melainkan bisa menjadi sumber pendapatan baru,” kata dia.
Peristiwa itu menunjukkan bahwa terjadinya perubahan berskala besar dalam industri pariwisata nasional, yang di mana kekuatan promosi sekarang semakin ditentukan oleh kreativitas, storytelling visual, dan kemampuan dalam membangun interaksi dengan audiens.
ASPPI DKI Menyiapkan Program Rutin bagi Anggota-anggotanya
ASPPI DKI Jakarta selalu memastikan bahwa kegiatan pengembangan anggota terus dilakukan secara rutin minimal setiap bulan sekali. Organisasi ini ingin menciptakan ekosistem pelaku pariwisata yang lebih fleksibel dan gampang beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pasar travel.
Selain pelatihan digital, ASSPI DKI juga sedang menyiapkan program Jakarta Health Tourism Seminar yang akan berlangsung pada 4 Juni mendatang. Program ini akan membahas tentang bagaimana peluang wisata kesehatan yang kian berkembang di Indonesia, termasuk isu-isu kesehatan masyarakat modern yang dinilai semakin cocok dan relevan dengan kebutuhan sektor wisata.
Industri Pariwisata Memasuki Era Kompetisi Digital
Perubahan digital sekarang menjadi tantangan besar bagi industri pariwisata nasional. Pelaku usaha tidak lagi hanya bersaing pada paket wisata dan harganya, melainkan juga dalam kemampuan untuk mengembangkan branding digital yang kuat.
Pemanfaatan video pendek, medsos, AI, hingga strategi pemasaran basis komunitas diperkirakan dapat menjadi faktor yang menentukan pertumbuhan industri travel dalam beberapa tahun yang mendatang.
ASPPI DKI Jakarta menilai bahwa peningkatan kapasitas digital anggota menjadi salah satu langkah yang penting supaya pelaku usaha wisata lokal tidak tertinggal di dalam persaingan industri pariwisata modern yang kian mengetat
