Objek Wisata Sejarah Sunda Kelapa dengan Segala Daya Tariknya

0
482

Sunda Kelapa merupakan sebuah pelabuhan dan tempat sekitarnya di Jakarta, Indonesia. Pelabuhan ini terletak di kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Sunda Kelapa sangat penting dan bersejarah karena desa di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa adalah cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1527. Ketika itu pelabuhan ini merupakan pelabuhan Kerajaan Sunda atau yang lebih dikenal saat itu sebagai Kerajaan Pajajaran yang beribu kota di Pakuan Pajajaran (sekarang kota Bogor) yang direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon. Meski hari jadi kota Jakarta baru ditetapkan pada abad ke-16, sejarah Sunda Kelapa sudah dimulai jauh lebih awal, yaitu pada zaman pendahulu Pajajaran, tepatnya pada kerajaan Tarumanagara.

Saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa direncanakan menjadi kawasan wisata karena nilai sejarahnya yang tinggi. Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki luas daratan 760 hektare serta luas perairan kolam 16.470 hektare, terdiri atas dua pelabuhan utama dan pelabuhan Kalibaru. Dari segi ekonomi, pelabuhan ini sangat strategis karena berdekatan dengan pusat-pusat perdagangan di Jakarta seperti Glodok, Pasar Pagi, Mangga Dua, dan lain-lainnya. Sementara dari segi sejarah, pelabuhan ini merupakan salah satu tujuan wisata bagi DKI. Apalagi tidak jauh dari pelabuhan ini terdapat Museum Bahari yang menampilkan dunia kemaritiman Indonesia masa silam serta peninggalan sejarah kolonial Belanda masa lalu.

Pelabuhan Sunda Kelapa ini juga direncanakan akan menjalani reklamasi pantai untuk pembangunan terminal multifungsi Ancol Timur sebesar 500 hektare. Sebagai pelabuhan yang bersejarah, Sunda Kelapa menjadi salah satu obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Bahkan wisatawan yang datang ke Sunda Kelapa ini tidak hanya wisatawan lokal saja, tetapi juga wisatawan mancanegara.

Nahm jika Anda juga tertarik mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa, ada beberapa hal menarik yang sebaiknya tidak Anda lewatkan, seperti misanya berkeliling dengan sampan. Nelayan-nelayan di Pelabuhan ini biasanya menggunakan sampan sebagai alat transportasi mereka. Mereka juga bersedia mengangkut wisatawan yang ingin mencoba mengelilingi kawasan perairan Sunda Kelapa menggunakan sampan. Anda hanya cukup membayar Rp5.000,- Rp10.000,- untuk bisa berkeliling dengan sampan. Seain itu, melihat Kapal Pinisi juga merupakan kegiatan lain yang sangat direkomendasikan. Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan bagi kapal-kapal dagang sejak masa Kerajaan Padjajaran, dan masih berlangsung hingga saat ini. Pelabuhan Sunda Kelapa didominasi kapal pinisi, yakni kapal layar tradisional yang berasal dari suku Bugis.

Yang paling dinantikan di Sunda Kelapa ini adalah momen matahari terbenam. Momen matahari terbenam selalu menjadi objek yang sangat menarik untuk diabadikan di Pelabuhan Sunda Kelapa. Siluet-siluet kapal pinisi dengan latar belakang langit berwarna jingga terlihat mengagumkan. Jadi sebaiknya Anda tidak melewatkan kesempatan ini.

Jadi bagaimana, apakah Anda penasaran dan ingin ke Sunda Kelapa? Kabar baiknya adalah bahwa lokasi Sunda Kelapa cukup strategis dan mudah dijangkau.